Senin, 29 Desember 2014

Chime wa Love Song (Bunyi Lonceng Adalah Lagu Cinta)

Memandang bangunan sekolah yang dua
tingkat..
Pada sisi kiri kelas ini..
Ketika aku menutup tirai ini..
Kamu terlihat pada bangku dekat jendela..

Meski berada di kelas aku merasa tertarik..
Sosok dirimu yang begitu keren..
Mengangkat buku ini untuk mengalihkan
perhatian..
Curi-curi pandang pada jarak yang menyakitkan
ini..

(Satu dua tiga)

Bunyi lonceng adalah lagu cinta, melodi yang
indah..
Selama waktu berlalu hatiku berdegup
kencang..
Tanpa disadari ketika kamu melihatku keluar
jendela..
Mata kita pun bertemu dalam waktu kencan 5
detik..

Dalam halaman yang memisahkan kita..
Angin tak dapat membawa suaraku..
Meski pun kamu tidak menyadari..
Aku selalu memperhatikanmu dari sini..

Pada pagi hari ketika aku mendekati jendela..
Para lelaki terlalu membuat keributan..
Dan kamu tak lagi disana, ke manakah dirimu..
Di balik rahasia ini aku melambaikan tanganku..

(Satu dua tiga)

Ketika lonceng mulai berbunyi kamu kembali
duduk..
Siluet jatuh cintaku telah menyadarkanku..
Kamu memandang ke depan seolah tidak tahu..
Karena cahaya mentari, 5 detik ini adalah cinta
tak terbalas..

Bunyi lonceng adalah lagu cinta, melodi yang
indah..
Selama waktu berlalu hatiku berdegup
kencang..
Tanpa disadari ketika kamu melihatku keluar
jendela..
Mata kita pun bertemu dalam waktu kencan 5
detik..

Seishun no Flag (Bendera Masa Muda)

Hingga saat ini..
Kamu selalu berusaha..
Mengelap keringat dan air mata..
Entah berapa kali..

Mencari impian yang bersinar..
Yang rasanya begitu jauh..
Kita berlari dengan sungguh-sungguh..
Pada jalan yang kita pilih..

Menyakitkan bila tak dapat bernafas..
Meski jika kamu merasa terjatuh..
Dengan langkah berat yang kejang..
Mari maju langkah demi langkah..

Bendera masa muda..
Kibarkanlah dengan cara yang hebat..
Di hadapanmu ada ujung pegunungan..
Dan tujuannya dapat terlihat..
Bendera masa muda..
Kibarkanlah dengan semangat..
Kumpulkanlah keberanian..
Jangan hilang percaya diri, Bendera!

Seseorang itu..
Tidak ingin selalu bersaing..
Target yang kamu rencanakan..
Pasti akan dilindungi..

Daripada mengeluh..
Dan menjadi manja..
Lebih baik tersenyum..
Dan menaiki jalanan itu..

Pada genangan kesedihan dan masalah..
Atau bahkan jika kamu terjatuh..
Bangkitlah dengan segera..
Jangan takut bila akan gagal..

Bendera semangat..
Bawalah dalam hatimu..
Berusahalah dengan seluruh tenaga..
Sehingga kamu takkan menyesal..
Bendera semengat..
Bawalah menuju masa depan..
Taklukkanlah dengan temanmu..
Kamu pasti dapat melewatinya..

Bendera masa muda..
Hal yang takkan kuserahkan..
Meski aku tersesat dijalan ini..
Masih ada sebuah harapan..
Bendera masa muda..
Kibarkanlah dengan cara yang hebat..
Di hadapanmu ada ujung pegunungan..
Tujuannya dapat terlihat..

Bendera masa muda..
Kibarkanlah dengan semangat..
Kumpulkanlah keberanian..
Jangan hilang percaya diri, Bendera!

Minggu, 28 Desember 2014

Soredemo Suki Da Yo (Meski Begitu Aku Mencintaimu)

Apakah kamu menyadarinya?
Aku tidak dipedulikan oleh semuanya..
Saat aku memandangmu dengan tatapanku ini..
Tak apa jika tidak menyadarinya..
Karena saat tatapan kita bertemu..
Aku tak tahu harus berbuat apa..

Meski di antara kelompok ini..
Akulah yang bertipe biasa saja..
Dadaku begitu tak menarik..
Aku tidak memiliki feromon..
Ada gadis yang lebih cantik dariku..

"Meski begitu aku mencintaimu"..
Kamu mengatakannya dengan keras..
Meski diriku yang negatif..
Aku dapat mendengarnya dengan jelas..
"Meski begitu aku mencintaimu"..
Kamu mengatakannya dengan jelas..
Tataplah saja diriku ini..
Ya, katakan sekali lagi..
"Aku mencintaimu"
"Aku mencintaimu?"

Pasti tidak mungkin, bukan?
Kamu yang begitu keren..
Dapat jatuh cinta padaku..
Tak masalah jika tidak mungkin..
Meski pun ini terjadi..
Sebelum yang lain mengetahuinya..
Aku akan tersenyum lebar dengan wajah ini..

Di dalam dunia nyata..
Meski pun itu tidak mungkin..
Namun kita berhak untuk bermimpi..
Jika aku mengulurkan bibirku..
Aku dapat membayangkan melakukan ciuman..

"Aku sangat mencintaimu"
Kamu mengatakannya dengan tulus..
Karena keraguanku begitu dalam..
Aku tidak percaya akan sesuatu..
"Aku sangat mencintaimu"..
Biarkan aku mendengarnya berkali-kali..
Aku membentuk tameng yang kuat..
Dan kamu menaklukkan hatiku..
"Aku mencintaimu"

Selera seseorang itu ternyata begitu beragam..
Meski aku selalu tak berguna..
Dan hanya berbuat kekacauan..
Diriku yang seperti itu..
Masih disebut baik oleh orang lain..
"Aku juga~"

"Meski begitu aku mencintaimu"..
Kamu mengatakannya dengan keras..
Meski diriku yang negatif..
Aku dapat mendengarnya dengan jelas..
"Meski begitu aku mencintaimu"..
Kamu mengatakannya dengan jelas..
Tataplah saja diriku ini..
Ya, sekali lagi..
"Aku mencintaimu"
"Aku mencintaimu?"

Synchro Tokimeki (Debaran Yang Sama)

Watanabe Mayu
(Cindy Yuvia)

Di balik pagar melalui pintu darurat itu..
Adalah jalan pintas menuju ruang kelas..
Saat aku melihat ke samping, ada sosok yang
terlambat..
Aku pun balapan denganmu..

Saat kita menaiki tangga yang berputar-putar..
(Karena kamu yang naik terlebih dahulu)
Dan rok seragam sekolahmu terlalu pendek..
(Bokongmu yang bergerak begitu menggoda
bagiku)
Saat beberapa detik setelah bel kelas berbunyi..
Aku tak dapat memikirkan hal itu untuk saat
ini..

Saat ini kita seketika mulai diam.
Mencoba mengejar tempat yang sama..

Tarikan nafas ini dan denyut nadi ini..
Hatiku pun berdebar-debar dengan perasaan
cinta..
Bercucuran keringat dan rambut menjadi
basah..
Perasaan kita memiliki debaran yang sama..

Meski pun aku berhasil masuk tepat waktu..
(Tapi entah mengapa hatiku masih belum
tenang)
Pelajaran dari guru membuatku merasa
mengantuk..
(Di dalam pikiranku penuh akan tentangmu)
Ketika aku melihat ke jendela kelas 2-C..
Kamu juga terlihat lelah di kelas..

Aku pun merasa sedikit penasaran..
Mengapa kita berdua melakukan hal yang
sama..

Apa yang suka? Apa yang berharga bagimu?
Kita pasti dan akan pasti memilih hal yang
sama..
Manga yang bagaimana? Musik yang
bagaimana?
Ketertarikan kita memiliki debaran yang sama..

Tarikan nafas ini dan denyut nadi ini..
Hatiku berdebar-debar dengan perasaan cinta..
Bercucuran keringat dan rambut menjadi
basah..
Perasaan kita pun akan menjadi sama..

Apa yang membuatku terpesona adalah debaran
yang sama..