Memandang bangunan sekolah yang dua
tingkat..
Pada sisi kiri kelas ini..
Ketika aku menutup tirai ini..
Kamu terlihat pada bangku dekat jendela..
Meski berada di kelas aku merasa tertarik..
Sosok dirimu yang begitu keren..
Mengangkat buku ini untuk mengalihkan
perhatian..
Curi-curi pandang pada jarak yang menyakitkan
ini..
(Satu dua tiga)
Bunyi lonceng adalah lagu cinta, melodi yang
indah..
Selama waktu berlalu hatiku berdegup
kencang..
Tanpa disadari ketika kamu melihatku keluar
jendela..
Mata kita pun bertemu dalam waktu kencan 5
detik..
Dalam halaman yang memisahkan kita..
Angin tak dapat membawa suaraku..
Meski pun kamu tidak menyadari..
Aku selalu memperhatikanmu dari sini..
Pada pagi hari ketika aku mendekati jendela..
Para lelaki terlalu membuat keributan..
Dan kamu tak lagi disana, ke manakah dirimu..
Di balik rahasia ini aku melambaikan tanganku..
(Satu dua tiga)
Ketika lonceng mulai berbunyi kamu kembali
duduk..
Siluet jatuh cintaku telah menyadarkanku..
Kamu memandang ke depan seolah tidak tahu..
Karena cahaya mentari, 5 detik ini adalah cinta
tak terbalas..
Bunyi lonceng adalah lagu cinta, melodi yang
indah..
Selama waktu berlalu hatiku berdegup
kencang..
Tanpa disadari ketika kamu melihatku keluar
jendela..
Mata kita pun bertemu dalam waktu kencan 5
detik..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar